Perjuangan Hidup

Hidup itu penuh perjuangan, siap berjuang dia yang menang. Yang diam hanya akan merasakan pahitnya hidup sedangkan yang berjuang pasti akan merasakan mnisnya hidup.

Berbagi Itu Indah

Dalam hidup kita tidak luput dengan hal yang namanya berbagi. Kita sebagai mahluk sosial tidak lepas dengan hal tersebut, saling bahu membahu menjalani hidup maka tidak akan terasa terlalu sulit.

Tidak Ada Hal Yang Mudah Dilakukan

Perjalanan hidup memang berat, jangan menyerah, memang dalam dunia ini kita menjalani hidup tidak ada sesuatu hal yng mudah dilakukan, tidur saja kita butuh berkonsentrasi untuk bisa memejamkan mata.

Terus Berusaha dan Mencoba

Siapapun dia apapun pekerjaannya asalkan mau terus berusaha dan mencoba jalan menuju kesuksesan tidak akan pernah tertutup untuknya.

Berkorban Bukan Berarti Kehilangan

Bukan berarti orang yang selalu mengalah adalah kalah, kadang kala sebuah masalah tidak akan bisa diselesaikan dengan ego semata, pengorbanan perlu untuk mendapatkan hal yang lebih baik.

Friday, July 19, 2013

Facebook Galau


“Cinta tak bersyarat, cinta yang sama sekali tak egois, cinta yang selalu mementingkanmu. Aku mencintaimu, itu yang terpenting. Walau kamu tidak mencintaiku, tapi akan selalu kujaga hati ini. Kadang aku lelah, sedih, kecewa, juga tak jarang aku terluka. Tapi cinta benar-benar membutakanku, membuatku tak mampu berpaling. Hanya selalu menatap lurus kematamu dan berharap suatu hari kamu juga merasakan perasaan yang sama. Walau kamu tidak melihatku layaknya seorang wanita yang mencintaimu. Aku rela tetap menjadi sahabatmu, kapanpun kamu membutuhkanku, aku akan segera datang menemanimu dan menghiburmu. Biarlah hanya sebagai sahabat, asalkan dimatamu masih ada aku (novel hate u love u)”. Kata Sanny. Ary yang mendengarnya pun hanya tersenyum, segera menyiapkan langkahnya setelah berkata..
“Aku hanya pergi untuk sementara, layaknya ulat yang terbebas dari fase kepompong maka ia akan menjadi kupu-kupu. Biarlah aku terbang dengan kedua sayapku, karena aku akan menjalani hidup di fatamorgana ini, dan melewati dejavu kehidupan. Aku bukan penyu yang hanya menitip benih cintaku padamu di pulau ini, tapi aku adalah apa yang tak pernah kamu fikirkan.”
            Seperti biasa aku selalu berlari di koridor sekolah saat aku ingin menuju ke ruang OSIS. Tanpa disengaja, aku melihat sepasang mata yang tak asing sedang mengintai dari lantai atas kelasku. “Sanny, kka tunggu di kelas ya?”. Wah ternyata yang dari tadi mengawasiku adalah Kak Ari, kakak sekaligus sahabat bagiku. Hari ini adalah jadwal kita untuk belajar dan makan ice cream bersama. Kak Ari ngajarin aku matematika dan aku ngajarin Kak Ari biologi, dan ice cream adalah hadiah dari Kak Ari untukku J.
             Tidak seperti biasanya, aku menyelesaikan tugas OSIS lebih cepat. Hanya demi bertemu dengan Kak Ari yang 1 minggu lagi akan UN. “Hey kak…maaf nunggu lama ya, dik lagi ada program, hehehe”. Kata ku sambil menyibak rambut panjangku. Seketika wajah Kak Ari berubah damai dan mempersilahkan aku duduk disampingnya. Dadaku semakin sesak saat ku cium harum parfum yang dia gunakan. Benar-benar aroma yang familiar karena setiap hari aku menciumnya dari orang yang sama yang sekarang sedang ada disampingku.
            3 jam yang kami gunakan untuk belajar sudah cukup membuat jenuh dan lapar. Akhirnya Kak Ari memutuskan untuk mengantarku pulang. Tapi sebelum pulang, dia mentraktirku ice cream walls di Q’mart. Dengan wajahnya yang flat tapi sangat manis kalau tersenyum, dia menatap mataku namun tak ku balas tatapan itu. Dengan segera Kak Ari mengalihkan pandangannya dan berusaha mencari materi untuk dibicarakan. “Dik, waktu untuk kita bersama sudah tidak banyak lagi dan kka takut ninggalin kamu. Dan satu hal yang sudah lama kka pendam adalah kka suka sama kamu tapi maaf kka ngga berani mengungkapkannya. Kka sayang sama kamu tapi kka ngga akan minta kamu menjadi pacar kka. Kka benar-benar ngga ingin kamu menjadi pacar kka, karena kka takut nyakitin kamu dan merusak persahabatan kita”. Kata Kak Ari. Tangannya berusaha menggenggam tanganku namun segera aku tepis dan akupun berlari menuju rumah yang tak terlalu jauh dari Q’mart.
            Namun sebelum aku benar-benar menghilang dari pandangan Kak Ari aku kembali menyibak rambut panjangku dan dengan sekuat tenaga berteriak : “Kenapa kak? Kenapa? Tidak kah kka tau kalau dik juga sayang sama kka, dik juga suka sama kka”. Dan tidak lama kemudian aku sampai dirumah sebelum aku akhirnya menangis dan hanya menangis
            Keesokan harinya, tidak ada belajar bersama lagi, tidak ada traktiran ice cream, tidak ada sapaan dan mata-mata dari lantai atas kelasku, tidak ada sms, tidak ada telephone masuk, tidak ada peringan untuk makan, mandi, dan belajar, tidak ada ucapan selamat pagi, dan tidak ada yang bilang “Selamat malam, selamat tidur, semoga mimpi indah, dan ingat mimpiin kka yah”. Benar-benar ngga ada sama sekali, bahkan tidak terkecuali di facebook.
            Saat aku termenung sendiri di ruang OSIS, Rama sahabatku datang menghampiri dan membawakanku sekotak tissue, seakan dia tau apa yang sedang aku rasakan. Rama duduk disampingku dan menarikku kedalam pelukannya. “Wajar kok kamu kaya gini, tapi inget jadi professional yah San. Kak Ari mungkin lagi belajar sekarang, kamu tau kan bentar lagi dia UN? Sebaiknya kamu semangatin dia dan jangan ganggu dia untuk sementara waktu. Aku kangen sifatmu yang periang itu, dan Sanny yang seperti ini adalah bukan Sanny yang aku kenal”. Rama dengan sabar menemani ku menangis disini, dengan sabar mendengar semua ceritaku tentang Kak Ari. Rama adalah sahabatku selain Kak Ari.
            “Besok kka UN, semangat ya…dik yakin kka pasti bisa jadi yang terbaik”. Selesai mengetik, segera ku kirimkan pesan itu kepada Kak Ari. Namun 8 jam menunggu, tidak ada balasan sama sekali. Aku telephone, ngga diangkat. Aku mulai lelah, takut, dan hawatir. Kusibak rambutku pertanda aku cemas menunggu Kak Ari. Ku sibak rambutku sekali lagi untuk mengakhiri malam ini.
            Dua minggu telah berlalu tanpa informasi mengenai Kak Ari. Hingga pada akhirnya aku memilih untuk menyibukkan diri di OSIS agar aku bisa melupakan kenangan bersama Kak Ari. Disela-sela kesibukanku di OSIS, aku menyempatkan diri untuk membuka facebook dan membuat sebuah status. “Kamu adalah apa yang aku tulis tapi aku adalah apa yang tak pernah kamu baca. Aku tidak berharap untuk menjadi orang yang terpenting dalam hidupmu karena itu merupakan permintaan yang terlalu besar bagiku. Aku hanya berharap suatu saat nanti jika kau melihatku…kau akan tersenyum dan berkata…dialah orang yang selalu menyayangiku”.
Setelah membuat status, tak sengaja aku lihat Kak Ari sedang online dan mengomentari statusku seperti ini “Berhenti berharap pada orang yang tak menghargaimu, jika dia cukup bodoh meninggalkanmu, kamu harus cukup pintar untuk melepaskannya”. Berarti tanpa sengaja Kak Ari ingin agar aku melupakannya. Kusibakkan rambutku dan berusaha ku tahan air mata ini.
Tak lama kemudian aku mengetik sebuah sms melalui hp. “Aku harap ini bukan cinta, aku harap itu bukan dirimun aku berharap bahwa sedikit perasaanku tak akan diterima, tapi jangan paksa aku untuk melupakanmu” Tanganku bergetar setelah pesan itu terkirim. Dan yang lebih membuat dadaku sesak adalah tak ada satupun balasan yang aku terima.
Hari demi hari aku jalani dengan datar dan tanpa ekspresi. Sakit, jenuh, dan putus asa kembali menemaniku. Satu bulan tanpa kabar cukup membuat aku tersiksa. Makan ngga enak, belajar ngga konsen, pokoknya tersiksa menjalani hidup seperti ini, tanpa kepastian, dan terombang-ambing ditengah satu harapan. Dan seperti biasa Rama pasti ada disaat aku membutuhkannya, pasti menyediakan pelukannya sebagai tempat penampungan air mataku. “Ram, hasil kelulusan udah diumumin kemarin…Tapi sampai sekarang Kak Ari belum ngasi aku kabar, hubungan ini mau diapain Ram? Aku galau…Aku frustasi Rama…Aku ngga tau apa aku sama dia masih sahabatan atau ngga” Aku menangis dalam pelukan Rama. Sementara Rama hanya terdiam dan menjadi tempat paling aman untuk ku.
Tiba-tiba hp ku berbunyi dan masuk sebuah pesan yang bertuliskan “Tiga hal yang ingin aku lakukan bersamamu sebelum aku pergi : 1. Makan coklat, 2. Makan ice cream, 3. Menatap matamu. Sekarang menunggumu ditempat dimana dulu aku memata-mataimu J”. Setelah membaca pesan dari Kak Ari, Rama menyarankan ku untuk segera menemuinya dan mengatakan bahwa ini mungkin adalah pertemuan ku dengan Kak Ari yang terakhir.
Sebelum aku masuk ke ruang kelasnya, kusibakkan rambutku dan mengelap sisa air mata yang tadi. Dan ketika aku masuk keruangan itu, Kak Ari telah terlebih dahulu menyambut tanganku dan menenggelamkan ku kedalam pelukannya. Kak Ari benar-benar ingin menatap mataku, tapi aku melarangnya sebelum dia memenuhi keinginan yang pertama dan kedua. Walaupun aku dan Kak Ari sudah sahabatan sejak lama, sekalipun dia tidak pernah aku izinkan untuk menatap mataku. Dan sekarang saatnya aku tunjukan padanya.
Saat dia melepaskan pelukannya, dan saat kita melakukan keinginannya yang pertama dan kedua, dia memegang bahuku dan memaksaku untuk menunjukkan mataku. Tapi aku berkelid hingga dia mengatakan “Tolong izinkan kka sekali saja dik, sebelum besok kka pergi” Kata Kak Ari dengan mata berkaca-kaca. Akhirnya ku pejamkan mataku dan kubuka perlahan. Betapa kagetnya Kak Ari setelah melihat mataku yang indah penuh dengan air mata. Dipeluknya aku lagi sekali sebelum aku ditinggalkan sendiri diruangan ini.
Dengan langkah goyah Kak Ari berjalan menuju pintu keluar. Aku segera memanggilnya dan menghampirinya untuk menunjukkan tatapan mataku yang terakhir. Hingga kata-kata sederhana keluar dari mulutku.
            Ketika aku membuka account facebookku, sebuah pesan singkat yang baru masuk segera aku buka. Isinya adalah sebuah peringatan agar aku selalu ingat kepadanya dan selalu memberikan tatapan mataku hanya untuk dia seorang, karena tidak ada yang bisa mendapatkan tatapan ku selain dirinya. Seketika detak jantungku pun tak terhenti dan wajahku menyeruak merah padam. Segera ku ketikkan kata demi kata. “Saat cahaya redup karena awan, hujan lebat turun diluar jendelaku, seperti kenangan sedih dalam hatiku, membuat hatiku kecewa, hilang dalam kerinduan yang tumbuh lebih kuat dan semakin kuat. Apakah ada cara untuk memutar waktu kembali? Ketika kau memelukku yang akan membuat cukup bagus”. Setelah membalas pesan itu, segera aku matikan laptop kesayanganku dan kembali mengerjakan tugas di ruang OSIS.
            Sama seperti hari-hari sebelumnya, Kak Ari tak kunjung membalas sms ku dan mengangkat telephone dariku. Rasa rindu akan candaannya membuat ku jenuh dan tak bersemangat. Ku ambil laptop dan segera ku buka facebook, kemudian kuketikkan sebuah status dengan tenang. “Air mata adalah satu-satunya cara, cara bagaimana mata berbicara ketika bibir tak mampu menjelaskan apa yang telah membuat perasaanmu terluka”. Kusibak rambutku dan kuusap wajahku sebelum ku lihat nama Satya Ariditya mengelike status yang telah aku buat.
            Dengan tergesa dan tangan gemetar ku buka dinding Kak Ari dan kulihat sebuah status yang baru saja dibuatnya. “Aku sayang kamu tapi hanya bisa menjagamu dari kejauhan. Dan ku ingin kau tau meskipun ku jauh kau ada dihatiku dan kau tetap milikku selamanya”. Ku biarkan rambut panjangku menutupi mataku yang telah basah oleh air mata. Dan kubiarkan tawa teman-teman di ruang OSIS menutupi isak tangisku saat ini yang tengah merindukannya.
          Sore kawan kali ini saya post cerita dari temen saya.. hehehee.. Jangan salah mikir cerita ini udah dapet izin untuk di post dari pemiliknya jadi aman-aman aja.. :D terimakasih telah membaca, inget koment buat ceritanya... :D
Penulis : Diah Sanjiwani



Wednesday, July 10, 2013

Pura Gunung Kawi

Halo semua, kembali lagi saya.. Setelah tadi berpikir mau ngepost apa sambil main game.. heheee.. Sekarang saya akan ngepost tentang PURA GUNUNG KAWI. Pada tau kan?? Pura gunung kawi itu lho yang terkenal di seluruh dunia, yang letaknya di Bali.. hehehe.. mari langsung baca saja artikelnya...

Salah satu peninggalan purba yang terkenal di Bali adalah pura Gunung Kawi atau candi Gunung Kawi. Pura Gunung Kawi terletak di Banjar Penaka yang termasuk wilayah Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar, yang berjarak sekitar 40 km dari ibukota Denpasar. Lingkungan Pura Gunung Kawi sendiri, letaknya di samping komplek pertama candi dan di dalam lingkungan pura ini terdapat bangunan-bangunan pelengkap pura, seperti Pelinggih dan Bale Perantenan. Pura Gunung Kawi ini digunakan oleh umat Hindu pada saat upacara Piodalan yang dilakukan setiap bulan Purnama untuk pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan segala manifestasinya melalui sarana pemerajan, pura, dan kahyangan.
Pura ini disebut juga Candi Gunung Kawi, atau biasa juga dijuluki Candi Tebing Kawi. Meskipun merupakan salah satu situs purbakala yang dilindungi di Bali, tempat ini tetap menjadi tempat bersembahyang umat Hindu hingga sekarang. Nama Gunung Kawi sendiri konon berasal dari kata gunung (= gunung atau pegunungan) dan kawi (=pahatan). Jadi, nama Gunung Kawi seolah menyiratkan makna bahwa di tempat inilah sebuah gunung dipahat untuk menjadi sebuah candi. Kompleks candi yang unik ini pertama kali ditemukan oleh peneliti Belanda sekitar tahun 1920. Sejak itu, candi ini mulai menarik minat para peneliti, terutama para peneliti arkeologi kuno di Bali. Menurut perkiraan para ahli, candi ini dibuat sekitar abad ke-11 M, yaitu pada masa pemerintahan Raja Udayana hingga pemerintahan Anak Wungsu.
Menurut sejarah pura Gunung Kawi di bangun pada jaman dinasti warmadewa oleh Raja Udayana.Raja Udayana adalah raja yang berasal dari dinasti ini dan beliau adalah anak dari Ratu Campa yang diangkat anak oleh Warmadewa. Setelah dewasa beliau menikah dengan putri dari empu sendok dari Jawa Timur (kediri) yang bernama Gunapriya Dharma Patni, dari perkawinan ini beliau menurunkan Erlangga dan Anak Wungsu. Akhirnya setelah Erlangga wafat tahun 1041, kerajaannya di jawa timur dibagi 2(dua). Pendeta budha yang bernama Mpu Baradah dikirim ke Bali agar pulau Bali diberikan kepada salah satu putra Erlangga, tetapi ditolak oleh Mpu Kuturan.
Selanjutnya Bali diperintah oleh Raja Anak Wungsu antara tahun 1049-1077 dan dibawah pemerintahanya Bali merupakan daerah yang subur dan tentram. Setelah beliau meninggal dunia abunya disimpan dalam satu candi dikomplek Candi Gunung Kawi. Tulisan yang terdapat di pintu masuk situs ini berbunyi ” Haji Lumah Ing Jalu” yang berarti Sang Raja dimakamkan di “Jalu” sama dengan “susuh” dari (ayam jantan) yang bentuknya sama dengan Kris, maka perkataan ” Ing Jalu” dapat ditafsirkan sebagai petunjuk ” Kali Kris” atau Pakerisan. Raja yang dimakamkan di Jalu dimaksud adalah Raja Udayana, Anak Wungsu, dan 4 orang permaisuri Raja serta Perdana Mentri raja.

Versi lainnya yang berasal dari cerita rakyat setempat menyebutkan bahwa pura atau candi Tebing Kawi ini dibuat oleh orang sakti bernama Kebo Iwa. Kebo Iwa merupakan tokoh legenda masyarakat Bali yang dipercaya memiliki tubuh yang sangat besar. Dengan kesaktiannya, konon Kebo Iwa menatahkan kuku-kukunya yang tajam dan kuat pada dinding batu cadas di Tukad Pakerisan itu. Dinding batu cadas tersebut seolah dipahat dengan halus dan baik, sehingga membentuk gugusan dinding candi yang indah. Pekerjaan yang seharusnya dikerjakan orang banyak dengan waktu yang relatif lama itu, konon mampu diselesaikan oleh Kebo Iwa selama sehari semalam 
Banyak peninggalan-peninggalan kuno yang terdapat di Gunung Kawi, namun yang paling terkenal adalah candinya. Peninggalan-peninggalan purba yang di temukan di pura Gunung Kawi adalah candi, ceruk dan peripih.1)Candi, Istilah candi berasal dari kata“Candhika” , nama dewi Durga sebagai dewi maut. Bangunan candi digunakan untuk memuliakan orang yang sudah meninggal, khususnya raja dan orang terkemuka. Pura Candi Gunung Kawi dibagi menjadi empat kelompok. Ada lima kelompok candi dipahatkan di tebing timur Sungai Pakerisan berjejer dari utara ke selatan. Kelima candi ini menghadap ke barat. Pahatan candi yang paling utara ada tulisan yang berbunyi ”haji lumah ing jalu”. Kemungkinan candi yang paling utara untuk stana pemujaan roh suci Raja Udayana. Sedangkan yang lain-lainnya adalah stana anak-anak Raja Udayana yaitu Marakata dan Anak Wungsu serta permaisurinya. Di pintu masuk candi sebelah selatan dari Candi Udayana ada tulisan ”rwa anakira”. Artinya, dua anak beliau. Candi inilah yang ditujukan untuk stana putra Raja Udayana yaitu Marakata dan Anak Wungsu.
Sementara di tebing barat Sungai Pakerisan terdapat empat kelompok candi yang dipahatkan di tebing Sungai Pakerisan, candi itu berjejer dari utara keselatan menghadap ke timur. Menurut Dr. R. Goris, keempat candi ini adalah sebagai padharman empat permaisuri raja. Di samping itu ada satu pahatan candi lagi terletak di tebing barat daya Sungai Pakerisan.Di candi itu ada tulisan dengan bunyi ”rakryan” kemungkinan candi ini sebagai padharman dari seorang patih kepercayaan raja. Karena itulah diletakkan di sebelah barat daya. ”.
Candi lain yang masih satu kompleks dengan Candi Gunung Kawi adalah gapura yang dikenal dengan sebutan gapura candi ke-10 dan tempat pertapaan yang disebut Geria Pedanda. Para ahli menyebut tempat ini sebagai “Makam ke-10”. Penamaan oleh para ahli ini didasarkan pada tulisan singkat dengan huruf Kediri yang berbunyi “rakryan”, yang jika ditafsirkan merupakan tempat persemayaman seorang perdana menteri atau pejabat tinggi kerajaan.2) Ceruk, di bagian lain, agak jauh ke arah tenggara dari kompleks Candi Gunung Kawi, melewati persawahan yang menghijau, terdapat beberapa ceruk, yang merupakan tempat pertapaan dan sebuah wihara.Ceruk ini nampaknya sebagian belum terselesaikan secara sempurna oleh pembuatnya. 3) Peripih, peripih merupakan berbagai benda yang digunakan untuk meletakan abu jenazah pada zaman ini. Peripih dianggap sebagai lambang zat jasmaniah, rohnya telah bersatu dengan dewa penitisnya. Peripih diletakkan dalam peti batu didalam dasar bangunan. Di atas peripih dibuatkan sebuah patung dari raja sebagai dewa, yang menjadi pemujaan.
Pura Gunung Kawi menjadi daerah tujuan wisata yang sering dikunjungi wisatawan baik mancanegara maupun nusantara, Pura Gunung Kawi memiliki fasilitas antara lain lahan parkir, warung makan minum, kios-kios cenderamata dan toilet umum. Kompleks Candi Gunung Kawi memang sengaja dibuat untuk persemayaman Raja Udayana dan anak-anaknya. Namun makna persemayaman di sini bukan sebagai kuburan untuk badan sang Raja dan keluarganya, melainkan dalam pengertian simbolis, yakni untuk penghormatan kepada sang raja. Oleh sebab itu, mengunjungi tempat ini Anda akan mendapatkan suasana tenang dan damai. Kompleks Candi Gunung Kawi memang merupakan tempat ideal untuk bermeditasi, sembahyang, atau untuk sekedar berwisata. Lokasinya yang sejuk dan terletak persis di tepi sungai membuat kompleks percandian ini menawarkan aura ketenangan batin yang dalam.
Penghormatan rakyat terhadap rajanya menjadi salah satu daya tarik dari pura ini Terlihat pada saat upacara besar (karya gede) kedatangan wisatawan asing semakin banyak dari biasanya, menurut beberapa penduduk, para wisatawan asing tertarik atas umat hindu yang sangat menghormati rajanya. Dimana ketika sedang ada karya gede umat hindu dari berbagai daerah datang untuk mengikuti sesi upacara yang berangsung dalam beberapa hari ini. Banyaknya umat hindu yang datang mebakti ini tidak lain karena mereka ingin menunjukan rasa hormat terhadap sang raja, dimana sang raja bagaikan seorang ayah mengayomi kehidupan rakyatnya mendapatkan rasa aman dan kesejahteraan secara adil akan dihormati oleh rakyatnya sampai sang raja menjadi roh suci atau Dewa Pitara. Penghormatan pemimpin bagaikan menghormati ayah kandung seperti itu karena rakyat benar-benar merasa mendapatkan perlindungan dari pemimpinnya seperti anak mendapatkan perlindungan dari ayahnya sendiri.