Tahun baru merupakan tahun yang ditunggu-tunggu semua orang, beberapa hari lalu kita telah merayakan pergantian tahun 2014 ke 2015 dimana perayaan kali ini tidak jauh berbeda dari perayaan-perayaan sebelumnya. Di temani dengan aksesoris terompet, petasan dan kembang api.
Terompet, petasan dan kembang api seakan tidak bisa lepas dari perayaan tahun baru. Mengapa tidak, meskipun telah di larang penggunaannya tetap saja masyarakat menggunakan ketiga aksesoris perayaan tahun baru ini.
Misalnya saja di tempat saya sudah di berlakukan larangan menjual kembang api dan petasan, bahkan larangan penggunaan petasan dan kembang api juga sudah di berlakukan mengingat setiap perayaan tahun baru selalu ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Tetapi larangan itu terasa tidak diperdulikan masyarakat, menjelang malam perayaan tahun baru, ledakan kembang api dan petasan yang beraneka ragam, besar ataupun kecil tidak terbendung. Mulai dari tengah malam hingga menjelang pagi ledakan kembang api terus berdengung di telinga dengan keindahan yang di pancarkan di langit. Mungkin ini sebabnya kenapa terompet, kembang api dan petasan selalu menjadi aksesoris utama. Keindahan suara dan pemandangan langit yang diberikan membuat masyarakat terhipnotis untuk terus menggunakannya.
Euforia perayaan tahun baru dengan petasan dan kembang api sebenarnya bukanlah budaya Indonesia. Namun nyatanya masyarakat berani membeli petasan dan kembang api dengan harga sangat mahal. Apabila dikumpulkan selurh kesannya hanya membakar uang saja dalam jumlah milyaran. Itulah euforia tahun baru yang selalu di tunggu-tunggu oleh masyarakat diseluruh dunia.






0 comments:
Post a Comment