Perjuangan Hidup

Hidup itu penuh perjuangan, siap berjuang dia yang menang. Yang diam hanya akan merasakan pahitnya hidup sedangkan yang berjuang pasti akan merasakan mnisnya hidup.

Berbagi Itu Indah

Dalam hidup kita tidak luput dengan hal yang namanya berbagi. Kita sebagai mahluk sosial tidak lepas dengan hal tersebut, saling bahu membahu menjalani hidup maka tidak akan terasa terlalu sulit.

Tidak Ada Hal Yang Mudah Dilakukan

Perjalanan hidup memang berat, jangan menyerah, memang dalam dunia ini kita menjalani hidup tidak ada sesuatu hal yng mudah dilakukan, tidur saja kita butuh berkonsentrasi untuk bisa memejamkan mata.

Terus Berusaha dan Mencoba

Siapapun dia apapun pekerjaannya asalkan mau terus berusaha dan mencoba jalan menuju kesuksesan tidak akan pernah tertutup untuknya.

Berkorban Bukan Berarti Kehilangan

Bukan berarti orang yang selalu mengalah adalah kalah, kadang kala sebuah masalah tidak akan bisa diselesaikan dengan ego semata, pengorbanan perlu untuk mendapatkan hal yang lebih baik.

Sunday, June 29, 2014

Pilihan Hidup Seorang Penurut

“Hidup itu penuh dengan pilihan, kita hidup saja sudah merupakan sebuah pilihan, pilihan untuk melanjutkan perjalanan yang tertunda dulu.  Dalam kartun-kartun anime sudah banyak menjelaskan tentang betapa sulitnya kita menentukan pilihan dalam hidup ini. Kadang ada saat dimana kita memilih untuk menjadi sesuatu yang kita anggap baik tetapi orang lain menanggapinya berbeda, kadang ada saat dimana kita memilih menjadi sesuatu yang diinginkan orang lain tetapi hati kita mengatakan tidak ingin menjadi seperti ini, dan kadang ada saat dimana kita berusaha untuk tidak memilih menjadi seperti apa, tetapi karena kerasnya kehidupan kita tetap harus memilih”, begitulah kata teman masa sekolahku linda yang selalu memiliki mimpi yang tinggi untuk menjadikan hidupnya baik.
Sementara aku, hanyalah seseorang yang disadarkan oleh seorang gadis yang fantastis, dimana dulu hidupku penuh dengan aturan-aturan dari kedua orang tuaku. Sehingga aku merasa seperti robot, digerakkan oleh microchip, dan tidak pernah dibiarkan untuk hidup bebas, semua ditentukan oleh apa yang telah deprogram oleh kedua orang tuaku.
Dimulai dari aku sd, orang tua ku sudah menuntunku untuk selalu belajar, belajar dan belajar. Yang ada dipikiran mereka hanya  menjadikan anaknya sebagai seorang PNS. Sampai SMA hidupku masih di atur, sampai suatu ketika aku bertemu dengannya. Linda seorang gadis cantik dengan beribu ide dikepalanya. Setiap hari aku bergaul dengannya, entah kenapa aku merasa nyaman disisinya.  Perlahan hidupku berubah, sampai suatu hari guruku bertanya tentang ingin menjadi apa kami nanti, “ Anak-anak coba sebutkan dan jelaskan apa keinginan kalian nanti kalo sudah menyelesaikan sekolah kalian? “. Semua temanku bingung ingin menjawab, mungkin mereka rada-rada malu untuk menyampaikan mimpi besar mereka, sampai suatu ketika seorang gadis yang aku kagumi menjawab, “ Saya ingin menjadi seseorang yang bebas, menjalani hidup dengan penuh suka cita menggapai mimpi-mimpi besar saya pak”. Mendengar jawabannya aku mulai memikirkan hidupku sendiri.
“Berusaha menjadi orang lain yang bukan diri kita adalah hal sulit dilakukan, mungkin tidak akan bisa dilakukan, karena hidup kita kita yang menjalani bukan orang lain”. Linda memberiku nasihat, yang sampai saat ini selalu kujadikan penyemangat untuk menjalani karirku. Mendengar nasihat itu aku memberanikan diri untuk bicara dengan orang tua ku, “Bu, Pak, aku tidak ingin menjadi pegawai, aku ingin melanjutkan sekolahku dengan jurusan teknologi”. Mendengar aku berbicara begitu mereka marah besar, “ Apa? Kenapa kamu bicara seperti itu? Apa yang merasuki kamu? Sekarang pergi ke kamar!!!” Aku tidak berani untuk menjawab deraan pertanyaan itu, dengan kepala menunduk sembari menahan kesedihan aku pergi ke kamar. Aku tidak akan menyerah merayu orang tuaku untuk mebiarkanku memilih jalan hidupku sendiri, pikirku berkata.
Perlahan-lahan aku bicara dengan orang tuaku, meski setiap hari hanya mendapat marah aku tetap berusaha, sampai saat tanggal dibukanya pendaftaran universitas aku berkata pada orang tuaku,” Bu, Pak, aku benar-benar tidak mau menjadi seorang pegawai, aku ingin menjalani hidupku dengan penuh kebahagiaan, mungkin kelak saat bekerja aku tidak mendapat gaji besar tapi aku akan menikmatinya, mungkin kelak semua temanku akan punya mobil mewah, dan aku hanya mengendarai motor aku tidak apa-apa, mungkin bapak dan ibu akan bahagia jika aku menjadi pegawai, tetapi apakah kalian pernah berpikir tentang hidupku? Apakah kalian pernah bertanya  apakah anakku akan bahagia menjadi seorang pegawai? Tolong sekali ini biarkan aku memilih untuk hidupku sendiri, biarkan aku bahagia menjalani hidup dengan pilihanku sendiri pak, bu…”. Air mata kedua orang tuaku menetes dan berkata, “ Apa benar kamu akan bahagia nak? Jika memang teknologi membuatmu senang, jalanilah, maafkan kami berdua yang selama ini mengatur hidupmu nak, bapak dan ibu baru sadar kalau yang menjalani hidup itu kamu, jadi kamu berhak memilih”. Mendengarnya aku sangat senang dan memeluk kedua orang tuaku, “Terimakasih pak, bu”.
Akhirnya aku memilih melanjutkan study dengan jurusan teknologi, aku dengan senang pergi kuliah dan menuntut ilmu untuk membalas kepercayaan orang tuaku kepada anaknnya ini. Tidak pernah sekalipun aku bolos kuliah sampai akhirnya aku menjadi seperti sekarang ini. Menjalani pekerjaanku dengan penuh kebanggaan dan dukungan orang tua, berusaha untuk mencapai yang terbaik.
Jadi ingatlah satu hal, “ Kita tidak akan pernah merasa senang menjadi seseorang yang bukan diri kita sendiri, jangan pernah mau menjalani hidup seperti orang lain, tegaslah dalam memilih dan kuatlah menjalani pilihan itu agar tidak sia-sia”.

Karangan : Angga Pranidhana

Seberkas Kenangan dari IPB

Tahun 2013 menjadi puncak saya menjadi seorang pelajar, bagaimana tidak tahun 2013 memberi saya kesempatan untuk terbang mengikuti lomba tingkat nasional pertama saya di Institute Pertanian Bogor. Entah apa yang saya pikirkan sebelumnya, lomba pertama ini sangat berkesan, bertemu dengan orang-orang hebat, baik, dan tentunya cantik-cantik dan ganteng-ganteng dari penjuru Indonesia. Meskipun hanya mendapat sertifikat sebagai finalis dan best presentator, kampus IPB telah memberi banyak kenangan manis. 





















































































Kenangan indah yang takkan terlupakan di 2013. Great moment in my carer be a student.. :)